Profil Singkat Abuya Syeikh. H. Amran Waly Al-Khalidy

MEMPERKENALKAN ABUYA H. AMRAN WALY
Abuya H. Amran waly adalah salah seorang dari anak Abuya Syeikh Muda Waly Al-Khalidy dari buah perkawinan dengan ibu beliau Hj. RaudatinNur. Beliau Lahir dikampung Pawuh labuhanhaji Aceh selatan pada 21 Agustus tahun 1947, sekarang beliau  Berumur 72 tahun. Beliau sejak kecil belajar pada ayah Beliau Abuya Syeikh Muda Waly.  Pada umur belasan tahun ayah beliau meninggal dunia. Beliau belajar kitab kepada murid Abuya Muda Waly, diantara lain Abuya Syekh. Zakariya Labaisati, Abu Daud Zamzami dibanda Aceh dan juga pada seorang murid senior Abuya Muda Waly yaitu Imam Syamsuddin Sangkalan dan guru-guru lain yang ada dipesantren Darussalam. Beliau belajar diberbagai Pesantren sebagaimana kurikulum Pesantren, baik ilmu Fiqih, Tashawuf serta Tauhid Kalam dan ilmu-ilmu alat seperti Nahu, Sharaf, Mantiq, ma’ani, bayan, Usul Fiqih, Tafsir, Hadist dan lainnya. Beliau pernah memimpin Pesantren Darussalam dari tahun 1976 sampai 1982, pada sebelumnya sebagai pembantu Abuya Djamaluddin Waly sebagai pimpinan Darussalam.  Dan beliau belajar dibeberapa perguruan tinggi, baik di Banda Aceh, Sumatra Barat dan college Islam dilampuri klantan Malaysia tetapi tidak lama-lama, dan juga pernah menjadi anggota DPR tingkat II Kabupaten Aceh Selatan dan memimpin thariqat Naqsyabandiyah dalam ilmu ketasawufan.
Setelah beliau belajar dan mengajar dan mengamalkan sedikit amalan thariqat beliau tidak merasa aman, tentram dan nyaman dalam mengarungi perjalanan kehidupan, baik dalam segi  ‘ibadah dan mu’amalah/berhubungan dengan manusia atau makhluk, banyak datang was-was, takut dengan masa depan untuk kebutuhan kehidupan, baik dunia maupun akhirat, dan juga terhadap diri, keluarga, masyarakat dengan masalah-masalah yang dihadapi senantiasa timbul didalam kehidupan duniawi yang penuh kekeruhan.
Maka dengan ma’unah dan petunjuk Allah Abuya H. Amran Waly sedikit dibukakan untuk dapat memahami disamping thariqat juga haqiqat dan berma’rifat kepada Allah yang jarang dimiliki dan dipahami oleh ‘Ulama-‘Ulama, pimpinan pondok Pesantren dan juga cendikiawan islam, baik diperguruan tinggi dan pemerintahan. Maka beliau membuat satu Majelis Pengkajian Tauhid Tashawuf/Tauhid Shufi untuk umat islam dinusantara bahkan dibelahan dunia dengan mengadakan seminar tingkat Asian bahkan tingkat dunia, dan membuat seminar pengkaderan dibeberapa daerah yaitu disulawesi/gorontalo dan akan diadakan dibatam kota Industri dan kota maksiat sebagaimana kita maklumi bersama pada tahun 2019 ini, dengan tujuan agar umat Islam kembali kepada fitrahnya yaitu menyaksikan keberadaan Allah sebagai Tuhan yang maha Esa yang menciptakan alam semesta dan diri kita dengan tidak ada teman, baik dimasa dahulu, sekarang dan masa akan datang, dan menyaksikan Rasul Muhammad SAW sebagai hamba wasilatul ‘uzma untuk kita dapat bersama Allah didalam kehidupan, melaksanakan perintah dan menjauhkan larangan serta beriman kepada Allah, berakhlak yang mulia/mengikut syari’atnya, thariqatnya/hadap hatinya dan memperjalankan kemauannya untuk wushul sampai kepada Ahadit Zat dan tidak berpegang kepada wujud diri dan wujud ‘alam dalam mengarungi kehidupan hanya berpegang kepada Allah dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dalam menempuh kehidupan dengan metoda beriman, beramal shaleh, berakhlak mulia dan melaksanakan zikir Rateb Seribee dimana-mana. Selama beliau menggagas dan memperjuangkan ajaran ini sudah terlihat keberkahan pada diri beliau, keluarga dan masyarakat banyak, baik di Aceh, Jawa, Sulawesi dan lainnya. Sekarang yang paling baik penyambutannya dari kepolisian, baik Kapolda Aceh dan Kapolres yang ada di Aceh barat-Selatan.
Maka inilah sosok Abuya H. Amran Waly sebagian senang kepada beliau dan kebanyakan tidak senang, baik dari ‘Ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Adapun pemerintah dengan majelis ini banyak mendapatkan masukan dalam menjalankan roda kepemerintahan dinegeri yang kita cintai ini. Demikianlah sedikit pengenalan terhadap Abuya Amran Waly untuk dapat kita kenal.
Tertanda Koordinator  pantai Timur-Utara Aceh Tgk M.Andrean
Note:
Pembangunan-pembangunan yang beliau lakukan untuk keperluan umat ada di Pesantren Darussalam, Darul Ihsan Pawoh Labuhan Haji,  Pesantren Firar Ilallah disuak Setia, Posko besar diblang Pidie, Villa ditangan-Tangan dan menganjurkan pada tiap-tiap daerah membuat gerbang gapura Tauhid Tashawuf,  baik diaceh Barat dan lainnya, dan posko-posko Tauhid Tashawuf diberbagai daerah. Ini merupakan aset-aset dari gagasan beliau yang tidak dilakukan oleh ‘Ulama-‘Ulama lain dan tokoh-tokoh islam lainnya.
Darussalam 07 maret 2019
===
Source 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "

Posting Komentar