Rasululah Terindikasi Kena Berita Hoax yang mesti Cross Check ...

Tabayyun

Menyikapi kabar bohong yang terus menerus membanjiri dalam pergaulan manusia saat ini, baik pergaulan dunia maya ataupun dunia nyata.

Islam dalam hal kelengkapannya telah memberikan solusi yang terbaik dengan kemunculan berita-berita yang berseliweran dalam kehidupan yang kita jalani.

Dimasa Rasulullah SAW berita yang sedang kita bicarakan dalam kehidupan yang sedang kita jalani dengan kehidupan saat inipun pernah muncul mirip. Resiko daripada kejadian inipun tidak tanggung-tanggung, yakni perang yang akan memakan korban yang begitu besar.

Contohnya saja Bani Mushthaliq. Suku ini adalah suku yang masuk islam dengan cara beramai-ramai dengan langsung dipimpin kepala sukunya yang bernama Harits bin Dhirar. Masuk islam ini merupakan masuk islam secara berbondong-bondong.

Saat mereka sudah Islam, dipastikan Mukallaf sudah menjadi rutinitas dalam kehidupan keislaman yang dijalani oleh mereka. Perbuatan yang dilakoni mereka mesti dalam koridor islam yakni mencegah diri dari hal yang dilarang serta melaksanakan hal yang diperintah.

Semenjak keislaman mereka, perbuatan sunat sampai dengan perbuatan wajib menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Tersebutlah seorang sahabat bernama Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith yang diperintahkan langsung oleh Rasullah Saw untuk mengambil / memungut zakat dari Bani Mushthaliq yang panen melimpah di suatu tempat dan waktu yang sudah disepakati antara Rasulullah Saw dan Harits bin Dhirar sendiri.

Dalam pelaksanaan perintah Rasulullah SAW ini, yakni Walid bin ‘Uqbah terlambat datang melaksanakan perintah Rasulullah, sementara Harits bin Dhirar dan kaumnya sudah mempersiapkan dan mengumpulkan zakatnya untuk diserahkan kepada Rasulullah SAW..

Setelah lama menunggu dan Walid tak datang-datang, akhirnya Harits bin Dhirar dan kaumnya berinisiatif mengantarkan zakat mereka dengan dikawal pasukan yang kuat agar zakat itu sampai dengan selamat kepada Rasukullah yang akan dibagikan kepada ashnaf mustahak zakat.

Inisiatif ini muncul buka tanpa sebab. Harits bin Dhirar khawatir Rasulullah Saw tidak berkenan menerimanya, atau marah, atau lainnya sehingga ketidak sampaiannya utusan Rasulullah SAW merupakan gejala tanda atas tak diterima zakat sehingga Rasukullah SAW batal mengirimkan utusan.

Harits bin Dhirar pun mempersiapkan segala sesuatu dengan keberangkatan dan pengawalan yang ekstra untuk melaksanalan perintah Rasulullah SAW.

Matahari kian menanjak naik kelangit, pasukan Harits pun sudah siap bergerak mengawal zakat, Walid bin ‘Uqbah pun datang menuju lokasi Harits. Melihat pasukan begitu banyak di hadapannya, langkah Walid terhenti dan tanpa pikir panjang segera secepat kilat berbalik arah menuju ke Madinah. Walid mengira bahwa pasukan Bani Mushthaliq keluar bersama dengan pasukan untuk menghadang dirinya dan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kewajiban zakat yang telah dibebankan oleh Rasulullah SAW.

Begitu tiba di Madinah Al Munawwarah, Walid menghadap Rasulullah Saw seraya menyampaikan apa yang dilihat dengan menambahkan berita yang berasal dari dugaan yang tanpa sidik, tilik dan periksa, bahwa Bani Mushthaliq menolak membayar zakat dan telah menyiapkan pasukan untuk menghadang dirinya sebagai petugas pengambil zakat.

Rasulullah Saw, mendengar berita yang disampaikan, dengan berbekal informasi ini bergegas memberikan perintah memberangkatkan pasukan untuk menghadang Bani Mushthaliq atas laporan Walid. Karena dengan penolakan tersebut berarti telah inkar janji dan murtad.

Sementara Rasulullah SAW sedang mempersiapkan Pasukan, pasukan pengawal zakat sedang dalam perjalanan menuju Kota Madinah. Ketika Rasullah SAW dan pasukannya telah siap untuk berangkat, pasukan Bani Mushthaliq sudah mendekati kota Madinah. Harits bin Dhirar kaget bukan kepalang dengan kemunculan pasukan Rasullah SAW yang siap berperang di hadapannya.

Tanpa menunggu lama, terbayang akan meletusnya perang Haris bin Dhirar segera meninggalkan pasukannya untuk lebih cepat menemui Rasullah SAW seorang diri dengan tanpa pengawalan.

Sesaat tiba dirasulullah SAW “Apakah engkau menolak membayar zakat dan berusaha menghadang utusanku?,” tanya Rasulullah Saw kepada Harits bin Dhirar.

“Tidak, ya Rasulallah. Justru kami menunggu-nunggu utusan engkau Ya Rasulullah. Tapi nampaknya tidak datang-datang. Dan akhir kami berinisitif mengantarkannya sendiri kepada engkau wahai Rasulullah.”

Rasulullah SAW. menerima laporan Harits. Jika terlambat sedikit lagi, dipastikan dua pasukan bertemu dalam sebuah pertempuran besar yang akan memakan korban.

Atas kejadian ini Allah SWT  menurunkan surah Al-Hujurat ayat 6 tentang tabayyun terhadap semua berita yang belum diketahui kebenarannya yang dibawa oleh orang fasik.

Kutipan dengan pengeditan dari Musnad Imam Ahmad bin Hanbal.

Oleh :
Abiyya Nawawi Hakimis
di Ponpes Nihayatul Muhtaj, Aceh Barat Daya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rasululah Terindikasi Kena Berita Hoax yang mesti Cross Check ..."

Posting Komentar