Bendera Islam Dipertahankan Oleh 4 Panglima Perang Hanya Dalam Satu Hari ...

Kisah mempertahankan Ar royyah (bendera tauhid) paling fenomenal terjadi pada saat perang mu'tah di tahun ke 8 hijriah atau tahun 629 masehi.

Tanpa kita sebutkan sebab musabab terjadinya peperangan, pada saat itu pasukan muslim berjumlah 3000 orang harus menghadang pergerakan pasukan Romawi dibawah pimpinan raja Heraclius dari Turki. Jumlah pasukan Romawi adalah 200 ribu orang.

Bayangkan saja 3.000 orang muslim vs 200.000 orang tentara kafir. Mengulang kisah pasukan thalut berjumlah 4000 orang melawan lebih dari 200.000 pasukan Bani amaliqah dibawah pimpinan Jalut yang Allah kisahkan dalam Al Qur'an Al Karim.

Rasulullah dengan sangat tegas memerintahkan agar para sahabat menjaga agar Ar royah (bendera tauhid ) harus tetap berkibar.

Melihat perang yang akan terjadi begitu berat, Rasululah SAW mengatur strategi perang dengan perhitungan yang sangat matang.

Rasulullah menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima perang dan pemegang bendera Tauhid. Bila Zaid syahid maka posisinya harus segera digantikan oleh Ja'far bin Abu Thalib dan bila Ja'far juga syahid maka bendera harus segera diberikan kepada Abdullah bin Rawahah. Dan bila Abdullah bin Rawahah juga syahid maka bendera ini bagi kaum muslim harus tetap mempertahankannya sampai titik darah penghabisan.

Ingat pemegang bendera adalah :
1. Zaid bin Haritsah,
2. Ja'far bin Abu Thalib,
3. Abdullah bin Rawahah dan
4. Kaum Muslimin yang diwakili oleh Khalid bin Walid

Perang pun berkecamuk sangat dahsyat .
Seperti yang sudah diberitakan Rasulullah. Zaid bin Haritsah syahid .saat tubuhnya tertusuk tombak dan limbung jatuh ke tanah maka seketika Ja'far bin Abu Thalib menyambar bendera dengan tubuhnya. Ja'far memegang bendera tauhid erat erat. Sampai kemudian musuh bisa menebas ke dua kaki beliau.

Tak ingin bendera tauhid terjatuh. Ja'far bin Abu Thalib tetap memegang Ar royah dengan ke dua tangannya. Dengan segera seorang tentara Romawi menebas tangan kanannya, seketika bendera beliau pegang pada tangan kirinya. Seakan tak puas, musuh pun memotong tangan kiri Ja'far bendera terjatuh namun Ja'far memeluk bendera dengan dadanya. Namun belum selesai sampai disitu sebuah tombak tajam menembus punggung Ja'far. Hanya satu yang beliau ingat. "Ya Allah, tolong jaga Ar royah (bendera tauhid ini )

Tombak tertancap di tubuhnya dan Ja'far pun jatuh tersungkur. Allah kabulkan doanya memjadi syuhada. Sebelum bendera menyentuh tanah, Abdullah bin Rawahah secepat kilat mengambil bendera itu dan menyerbu ke tengah Medan peperangan tanpa kenal rasa takut sedikitpun.
Abdullah bin Rawahah pun mengamuk bagai induk singa terluka.
Puluhan orang Romawi mati ditangannya. Namun apa daya Abdullah bin Rawahah pun terbunuh dan syahid

Pasukan Romawi tersenyum puas. Bendera Ar royah sudah jatuh ke tanah. Inilah tanda tanda kehancuran pasukan muslim. Mereka tertawa lebar saat pasukan muslim mulai terlihat gugup dan ketakutan...

Bagaimana nasib Ar royah (bendera tauhid) selanjutnya?

Belum sempat jatuh ke tanah, seorang paling lima perang terkemuka yang tak pernah kalah satu kali pun dalam perang yang dipimpin nya maju ke depan. Dia lah Pedang Allah "Khalid bin Walid" sang Saifullah, si pedang Allah, ahli strategi perang, yang ditangannya 100 kali pedang 100 kali menang. Allah SWT menguatkan hati nya dan meneguhkan semanganya.

Dengan semangat berkobar, Khalid bin Walid maju ke tengah Medan peperangan, mengamuk membunuh Musuh dengan gagah berani. Sungguh hatinya sangat ingin syahid seperti saudaranya.

Dengan tegaknya Ar royah ditangan Khalid bin walid membangkitkan semangat kaum muslimin. Penduduk langit bergemuruh memohon pertolongan kepada Allah untuk para sahabat. Maka Allah pung mengutus pasukan malaikat tak terlihat membantu pasukan muslim .

Akhirnya sejarah ditulis bahwa pertempuran berlangsung sengit sampai menjelang magrib. Tak terhitung jumlah pasukan Romawi yang terbunuh. Dan dengan berkah dari Allah pasukan muslim berhasil mengalahkan pasukan Romawi ini .

Berita tentang meninggalnya tiga sahabat utama ini pun diberitahukan oleh Jibril kepada Rasulullah. Dihadapan para sahabat Rasulullah menceritakan kisah heroik tiga panglima perang ini dalam menjaga Ar royah. Beliau bercerita bagaimana Zaid terbunuh, Ja'far putus dua lengannya dan Abdullah yang juga syahid. Kesedihan merasuk dalam diri Rasululullah. Air mata beliau menetes. Ya ... Rasulullah menangis saat ia menceritakan bagaimana Ar royah dipertahankan.

Rasulullah bercerita bagaimana kemudian pertolongan Allah datang bersama dengan sang pedang Allah Khalid bin Walid sehingga pasukan Romawi musnah tak berdaya.

Source : Copas, dan edit

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bendera Islam Dipertahankan Oleh 4 Panglima Perang Hanya Dalam Satu Hari ..."

Posting Komentar